Putu Cangkir, cemilan khas Sulawesi Selatan

Dari kecil, saya selalu suka kue putu. Biasanya, siang menjelang sore, penjual kue putu lewat di depan rumah dengan suara siulan nyaring yang keluar dari lubang uap tempat memasak kue putu. Dulu, tontonan yang paling saya suka ada tiga, film power rangers, penjaja gulalu membentuk macam macam bentuk gulali dari gula panas dan yang ketiga, penjual kue putu yang dengan cepat memasukkan tepung dan gula merah kedalam bambu, lalu meletakkannya diatas lubang uap.

Sayangnya, semakin lama, semakin jarang penjual kue putu yang lewat di depan rumah. Padahal menurut saya, putu cemilan yang sempurna. Ukurannya kecil, bite size, sehingga mudah di makan. Teksturnya kenyal, yang sepertinya-merupakan tekstur favorit anak-anak. Warnanya cerah dan menarik dan rasanya juga manis gula aren. Kue putu dengan warna hijau berbentuk silinder mungkin sering ditemui di setiap sudut pulau Jawa. Berbeda dengan jawa, Sulawesi memiliki penganan yang mirip dengan kue Putu Jawa, Putu cangkir.

Bila putu di Jawa biasanya diisi dengan gula aren dan ditaburi kelapa, putu cangkir di isi dengan parutan kelapa, tanpa gula aren. Namun, yang paling membedakan putu cangkir dengan putu Jawa, bila kue putu Jawa berwarna hijau, putu cangkir memiliki empat warna, sesuai dengan rasanya masing masing. Hijau untuk pandan, coklat untuk gula merah, putih untuk gula pasir dan hitam untuk ketan hitam. Selain itu, bila kue Putu Jawa berbentuk silinder karena dicetak menggunakan bambu, kue putu cangkir memiliki bentuk bulat. Sementara, untuk tekstur dan rasa, putu cangkir 11-12 dengan saudara beda pulaunya, putu Jawa.

Bila penjual kue putu di Jawa biasanya membawa tepung dan gula lalu membuat kue putu ketika di pesan, kue putu cangkir biasanya dijajakan dalam kondisi matang. Baru ketika pembeli datang, kue kembali dipanaskan diatas lubang yang mengeluarkan uap panas, laluditutup dengan corong. Ketika tidak sedang digunakan, lubang tersebut disumbat menggunakan botol beling.

Putu cangkir banyak di temui di pinggir jalan dari Makassar ke arah Tanjung Bira. Harganya juga super murah, sekitar Rp 500,- per buah. Karena rasanya yang enak, teksturnya yang kenyal dan isian kelapanya yang gurih (plus harganya yang murah) saya sampai berhenti berkali kali untuk membeli kue putu cangkir lagi dan lagi!

Putu cangkir, (cangkir means cup, which is be used to mold the ingredient) is South Sulawesi traditional snack made of rice flour and filled with grated coconut (do you realised that almost all of Indonesian traditional snacks using grated coconut). It comes in four colour and taste. Green (pandan), white (granulated sugar), brown (palm sugar-as always. Not only grated coconut, many indonesian traditional snack also using palm sugar) and black (black glutonious rice). It is bite size-that make it easy to eat, chewy and super tasty. Oh, and also super cheap! It only cost US$ 0.04/pc. How could you not love it?

Putu cangkir can be found in wayside to Tanjung Bira if you drive from Makassar.

-A

Advertisements

3 thoughts on “Putu Cangkir, cemilan khas Sulawesi Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s