Kue Tradisional 101 : Jojorong (Banten)

Kalau ngomongin kue Indonesia berbahan dasar santan dan tepung beras, lalu di cetak didalam daun, rasanya mungkin perlu satu blog khusus untuk mendokumentasikannya. Mulai dari kue berbahan dasar santan dengan isi gula merah yang dicetak didalam daun pandan (tetu’), atau di taburi gula pasir (jorong-jorong), atau mungkin dicampur daun suji sehingga berwarna hijau cantik (padamaran) dan masih banyak lagi. Untuk kue tradisional Indonesia yang dibungkus menggunakan takir daun pandan sebelumnya pernah saya bahas lebih dalam disini

Bila masing-masing Negara memiliki pudding tradisionalnya masing-masing, seperti Zerde, pudding khas Turki atau Yorksire Pudding khas Inggris, maka mungkin kue-kue cantik berbahan dasar santan, tepung dan gula yang dibungkus dengan daun merupakan pudding tradisional Indonesia. Masing-masing daerah memiliki ciri khas masing-masing. Nah, Jojorong merupakan salah satunya.

Jojorong merupakan penganan manis yang terbuat dari campuran santan, gula merah dan tepung. Penganan khas Banten ini mulai sulit ditemui, kecuali disaat bulan Ramadhan tiba. Saat bulan puasa, jojorong dapat ditemukan dengan mudah sebagai salah satu pilihan takjil untuk berbuka. Teksturnya yang lembut tetapi mengenyangkan dan isian gula merah membuat jojorong menjadi solusi praktis untuk menambah tenaga setelah seharian berpuasa. Tetapi, jangan keliru, Jojorong dan jojorng-jorong adalah dua penganan yang berbeda! Bila Jojorong dibungkus dengan daun pisang dan merupakan penganan khas Banten, jorong-jorong dibungkus dengan daun pandan dan menjadi kue primadona Kalimantan. seleian itu, yang paling berbeda adalah, bila jojorong menggunakan gula merah dibagain bawah, maka jorong-jorong menggunakan gula pasir yang ditabur dibagian atas/dicampur dalam adonan, sehingga kue berwarna putih bersih.

1378368684detail_abb-no02_kue_jorong-jorong_trad_ind_5-2013

            kue jorong-jorong.                         sumber : http://sajiansedap.com/recipe/detail/19100/kue-jorong-jorong#.WFugkVzl-9Y

dsc_0094

jojorong dengan isi gula merah

Sementara, jojorong sendiri lebih mirip dengan kue tetu’ khas Sulawesi. Bedanya tentu saja dari material kemasan dan bentuk. Bila tetu’ menggunakan daun pandan dan berbentuk takir kotak, maka bentuk jojorong yang dibungkus daun pisang lebih unik, karena bentuk ini hanya dipakai untuk membungkus jojorong, sehingga menjadikan bentuknya ikonik.

hqdefault

kue tetu’                                                                sumber : https://www.youtube.com/watch?v=77i6TggOrJY

Untuk rasanya? Jojorong gurih dan memiliki rich texture, dikarenakan mengandung santan yang berlimpah, mirip bubur sumsum. Dibagian dasar, cairan gula merah menyeimbangkan rasa gurih jojorong. Teksturnya yang lembut dan silky seakan meleleh di lidah. Mantap! Karena siapa yang bisa menyangkal kelezatan gurih santan yang diimbangi dengan gula merah? Tetapi, untuk saya sendiri menghabiskan satu buah jojorong sudah lebih dari cukup, karena lebih dari itu, mungkin bagi sebagian orang akan terasa mahteh atau eneg.

Sayangnya, kandungan santan kue ini membuat jojorong tidak tahan lama. Jadi, untuk ada penggemar manis yang mulai bosan dengan kudapan kekinian, mau mencoba mengganti potongan red silky pudding with vanilla vla dengan traditional silky pudding with brown sugar alias jojorong?

 

-A

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s